Hot!

Ingat Abil Bocah Pramuka yang Jualan Asongan? Ini yang Terjadi Padanya setelah Foto Terlelap Viral

Abil Anak Berseragam Pramuka Yang Jualan Asongan di Kampus UNINDRA


TRIBUNSOLO.COM - Beberapa waktu belakangan, viral sebuah foto seorang anak berseragam Pramuka yang terlelap di sela ia menjajakan dagangannya.
Foto bocah bernama Abil tersebut viral setelah diposting oleh akun Instagram, Lambe Turah, Minggu (19/3/2017).
Abil tampak masih berseragam Pramuka lengkap, saat menjajakan dagangannya.
Abil biasa berjualan di sekitar Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Rancho, di Jalan Nangka No. 58C Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI Jakarta).
Rupanya, tak cuma berjualan makanan ringan, Abil juga menjadi ojek payung.
Fotonya saat sedang viral melepas penat tersebut berhasil mengundang iba pengguna internet.
Tampak raut kelelahan terpancar di wajah Abil, di mana anak-anak seusianya sewajarnya tidak berkewajiban mencari nafkah.
Sementara Abil harus berkutat dengan kardus berisi jualan, antara lain tisu dan makanan ringan.
Sesaat setelah fotonya viral, Abil pun banyak diburu pewarta dan relawan.

Sekadar ingin mengulik kisah hidupnya yang terlanjur mengundang aksi simpatik dari banyak orang atau memberikan bantuan.
Ternyata, Abil sudah setahunan ini berjualan selepas sekolah.
Ia berjualan setiap hari mulai pukul 14.00-22.00 WIB, dari hasil berjualannya itu dia gunakan membayar keperluan sekolah sekaligus membantu orang tuanya.
Sementara itu, kisah Abil ini juga sempat dibagikan oleh seorang netizen sekaligus relawan bernama Roel Mustafa.


Abil saat dijumpai di rumahnya.
Abil saat dijumpai di rumahnya. (FACEBOOK.COM/Roel Mustafa)
Lewat akun Facebooknya, Minggu (19/3/2017) malam, ia membagikan kisahnya bertemu dengan Abil:
"Kebaikan tak nunggu esok, Alhamdulillah ketemu,
Sorry malam malam bikin nangis
Malam ini tim SDR Sekolah Relawan sudah menemukan Abil, bocah kelas 4 SD yang berjualan makanan ringan depan kampus Unindra sepulang sekolah...
Lo boleh nangis ya
Saat tim SDR ke rumahnya, relawan kami dapatkan info sementara seperti ini:
Bapaknya Abil pedagang cilor (aci pakai telor), kadang jualan seblak, pendapatan paling gede 50ribu per hari.

Karena kesulitan ekonomi ini, 2 kakak Abil putus sekolah. Kakak pertama putus sekolah, kakak kedua cuma sampai kelas 3 SMP, terpaksa keluar karena 3 tahun nggak bayaran sekolah.
Kakak ketiga masih kelas 1 SMP itupun nunggak 3 bulan. Sedangkan adik Abil masih usia 3 tahun.
Waktu tim SR ke rumahnya, ternyata mereka belum makan. So, salah satu relawan pergi beli makanan. Sambil makan, tim terus menggali info terkait keluarga ini.
Mereka tinggal di rumah kontrakan, baru 3 bulan di kontrakan yang sekarang, tapi sudah nunggak dari awal ngontrak. Katanya sih kalau minggu depan nggak bayar, bakal diusir.
Perihal ini, tim sedang berkoordinasi dengan ketua RT setempat.
Apa yang bisa kita bantu? Anak-anak ini masih semangat sekolah, semoga kita bisa bantu biaya pendidikannya.
Kebutuhan untuk beberapa hari juga perlu dicukupi sementara.
Dan yang jelas, mungkin kita coba jajaki bantuan usaha yang lebih baik buat orang tuanya, agar ke depannya lebih baik.
Semoga niat baik ini dimudahkan..."


Tak lupa, Roel Mustafa juga membagikan kontak jika ada yang ingin berbagi untuk meringankan beban Abil.
Ia juga memposting beberapa foto dan sebuah video yang memperlihatkan wawancara bersama Abil.
Sontak postingannya ini kemudian mengundang reaksi dari pengguna Facebook.
Dalam 15 jam, pantauan TribunSolo.com, postingan terkit kisah Abil itu sudah dibagikan sebanyak 2500 kali lebih.
Kolom komentar juga banyak dibanjiri emotikon menangis atau haru.