Hot!

Remaja Kurang Tidur Disebabkan Stalking di Media Sosial

Foto: www.understood.org


Perkembangan teknologi sudah semakin canggih, salah satunya bisa dilihat dengan maraknya berbagai macam media sosial. Anda yang sering bermain media sosial, pasti tidak asing dengan istilah stalking. Tidak dipungkiri semua orang pasti pernah mengalami stalking, termasuk kalangan remaja.
Namun, tahukah Anda apa akibat dari stalking? Mereka yang sering melakukan hal ini akan mengalami kurang tidur yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.
Menurut hasil sebuah studi, satu dari lima remaja secara teratur bangun di malam hari. Mereka bangun untuk membalas komentar atau mengecek timeline media sosialnya. Tentu hal ini yang membuatnya mengalami gangguan tidur, sehingga memengaruhi kecerdasaanya di sekolah.
Selain itu, para peneliti di Wales Institute for Social dan Economic Research (WISERD) di Inggris juga menemukan bahwa anak perempuan jauh lebih mungkin untuk mengakses akun media sosial mereka di malam hari, dibandingkan anak laki-laki.

Baca Juga :  10 orang yang WAJIB kamu ‘block’ di sosial media mulai sekarang!

Lebih dari 900 murid, berusia antara 12 sampai 15 tahun, direkrut dan diminta untuk mengisi kuesioner. Kuisioner itu berisi tentang seberapa sering mereka bangun di malam hari untuk stalking media sosial, waktu tidur dan bangunnya.
Tidak hanya itu, mereka juga ditanya tentang betapa bahagianya mereka dalam berbagai aspek, termasuk kehidupan sekolah, persahabatan dan penampilan. Dari hasil tersebut ditemukan bahwa satu dari lima melaporkan, hampir setiap responden membuka akun media sosialnya untuk mengetahui isi timeline. Bahkan, kebiasaan itu berlanjut ketika bangun pagi.
“Penelitian kami menunjukkan, efek dari membuka sosial media membuat anak-anak malas pergi ke sekolah karena terasa lelah,” ujar Profesor di WISERD Sally Power, sebagaimana dilansir Zeenews, Kamis (19/1/2017).
Hasil studi ini juga mendukung keprihatinan terkait buruknya kualitas waktu istirahat anak-anak di malam hari. Jika dalam jangka panjang, anak-anak remaja dapat mengalami berbagai penyakit degeneratif lebih cepat.

Sumber : satumedia.co